Saturday, August 27, 2016

Nilam Komoditas Pertanian dengan Nilai Ekonomis Tinggi

Nilam merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tanaman nilam termasuk tanaman semak tropis yang sangat cocok untuk dibudidayakan di Indonesia. Nilam menghasilkan minyak atsiri yang memiliki banyak manfaat  dan belum bisa dibuat dalam bentuk sintesis sehingga harga jualnya terbilang cukup tinggi. Minyak atsiri ini dihasilkan dari hasil penyulingan batang dan daun dari tanaman ini. Petani nilam dapat menjual 600 ribu sampai 800 ribu per liter minyak. Karena harga jual yang menggiurkan tersebut ditambah lagi dengan turunnya harga jual komoditas perkebunan seperti karet dan sawit menyebabkan banyak petani yang mulai membudidayakan nilam untuk menambah penghasilan.
 
0
Ditulis oleh: Fajri Ilham Pertanian Updated at : 5:39:00 PM

Thursday, December 4, 2014

Budidaya Terong

Tanaman Terong

Terong (Solanum Melongena) merupakan tanaman semusim (annual) dan termasuk ke dalam tanaman hortikultura jenis sayuran buah.  Terong merupakan tanaman asli daerah tropis yang diduga berasal dari Asia terutama India dan Birma. Tanaman perdu ini termasuk famili solanaceae dengan ukuran tinggi 40 – 150 cm, daun terong bisa mancapai panjang 20 cm dan lebar 10 cm. Terong masih satu famili dengan tanaman tomat, kentang, dan paprika. Bunga terung berwarna putih hingga ungu, dengan mahkota yang memiliki lima lobus.

Terung, terong, budidaya terong

Syarat Tumbuh Terong

Pada dasarnya terong dapat dibudidayakan pada dataran rendah sampai daerah pegunungan dengan ketinggian kurang lebih 1200 meter dpl. Budidaya terong cocok dilakukan pada musim panas, akan tetapi budidaya terong juga dapat dilakukan musim hujan asal tanahnya tidak terlalu basah dan dilengkapi dengan sistem drainase yang baik. Oleh karena itu biasanya terong ditanam di areal persawahan pada musim kemarau dan di tegal pada musim hujan. Terong akan tumbuh lebih bagus apabila dibudidayakan pada tanah lempung berpasir dan mengandung banyak pupuk organik dengan pH 5 - 6.

Persiapan lahan

Tanah dipilih untuk budidaya adalah yang memenuhi syarat tumbuh tanaman terong sehingga akan diperoleh hasil maksimal. Kemudian dilakukan pengolahan tanah dengan cara menggali dan membalikkan tanah  menggunakan cangkul atau traktor sehingga diperoleh tanah yang gembur dan tanaman pengganggu akan tersiangi. Selain itu pembalikan tanah akan menyebabkan penyakit yang ada di dalam tanah mati karena terkena sinar matahari dan hara yang dalam tanah menjadi tercampur merata. Untuk tanah yang asam dilakukan pengapuran. Selanjutnya buat bedengan dengan lebar 100 – 120 cm dan panjang yang tergantung pada ukuran lahan. Tanah bedengan sebaiknya dicampur dengan menggunakan pupuk organik matang sebagai pupuk dasar. Untuk menghambat pertumbuhan gulma sebaiknya pada setiap bedengan dipasang mulsa plastik. Disela-sela bedengan dibuat parit yang berfungsi sebagai sistem drainase.

Pembibitan Terong

Biji terong disebar merata ke tempat persemaian benih dengan media campuran tanah dan pupuk organik, selanjutnya benih ditutup dengan tanah tipis. Sebelum disemai sebaiknya benih direndam terlebih dahulu ke dalam larutan zat pengatur tumbuh. Benih yang baik adalah benih yang memiliki daya tumbuh lebih besar dari 75%. Pertumbuhan benih terong tergolong lambat yaitu berkisar antara 8 -10 hari, akan tetapi pada umur 20 – 30 hari bibit sudah dapat dipindahkan ke lahan.

Penanaman Terong

Budidaya terong di tanah persawahan, tanaman terong ditanam pada musim kemarau dengan jarak tanam 60 X 60 cm atau 60 X 90 cm tergantung pada varietas terong yang akan dibudidayakan. Pada setiap lubang tanam diberikan pupuk organik matang 1 kg per lubang dan setiap bedengan terdiri dari dua baris tanam.

Pemupukan Terong

Pada budidaya terong pemupukan dilakukan pada saat tanaman berumur 1 – 2 minggu setelah tanam di lahan. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk organik maupun pupuk buatan. Pupuk buatan yang digunakan berupa campuran ZA dan ZK dengan perbandingan 1:1 sebanyak 10 gr/tanaman disekeliling tanaman dengan jarak kurang lebih 5 cm dari pangkal batang. Pemupukan berikutnya diberikan saat tanaman berumur 2-3 bulan, berupa ZA 150 kg dan ZK 150 kg/ha. Pada musim kemarau pemupukan dianjurkan secara kocor.

Pemeliharaan Terong

Tanaman terong harus selalu dipelihara atau disiang supaya gulma seperti rumput liar tidak mengganggu tanaman terong dan tanah tetap gembur. Budidaya terong pada musim kemarau harus dilakukan penyiraman agar tanaman tidak mati kekeringan. Untuk tanaman yang rebah karena angin dilakukan pemasangan tiang penyangga. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila terlihat gejala pada tanaman. Apabila tanaman terindikasi terserang penyakit maka baru dilakukan penanggulangan dengan cara menyemprotan pestisida, insektisida, atau fungisida.

Pemanenan Terong

Budidaya terong terbilang relatif singkat karena tanaman terong sudah dapat dipanen 3 bulan setelah tanam dan dapat dipanen selama kurang lebih 4 – 5 bulan lamanya. Karena tumbuh bunga pada tanaman terung tidak serentak, maka pemanenan dilakukan secara berangsur-angsur.
0
Ditulis oleh: Fajri Ilham Pertanian Updated at : 9:41:00 AM

Saturday, November 29, 2014

Budidaya Tomat (Solanun Lycopersicum)

Tanaman tomat cocok dibudidayakan pada daerah iklim kering, tanahnya subur dan gembur serta banyak mengandung unsur organik.  pH tanah yang sesuai untuk budidaya tomat berkisar antara 6-7. Tomat cocok akan menghasilkan produksi yang optimal apabila ditanam di daerah pegunangan dengan ketinggian berkisar antara 1000-2000 meter dpl dan suhu udara berkisar 7-10 oC. Tomat dapat tumbuh di dataran rendah, akan tetapi produksinya akan menurun.

budidaya, tomat, budidaya tomat, solanum lycopersicum
Tomat (Solanun Lycopersicum)

1. Persiapan Lahan

Tomat sebaiknya dibudidayakan pada tanah yang subur, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk dasar saat pengolahan lahan. Agar tanaman tomat tumbuh subur, pada saat pengolahan lahan, tanah dicampur dengan pupuk organik untuk menambah unsur hara yang terkandung di dalam tanah. Pupuk organik yang digunakan adalah pupuk yang sudah benar-benar matang, karena penggunaan pupuk yang belum matang atau setengah matang akan berpotensi mendatangkan penyakit pada tanaman.
Satu minggu sebelum bibit tomat ditanam ke lahan, lubang tanam sudah harus selesai. Jarak lubang tanam dalam budidaya tomat berkisar 50 X 60 cm atau 50 X 75 cm. Jarak lubang tanam dipengaruhi oleh varietas tomat yang akan dibudidayakan. Kemudian lubang-lubang tersebut diisi dengan pupuk organik dan akan lebih bagus lagi ditambah dengan pupuk kimia yang banyak mengandung unsur P dan K.
Dalam budidaya tomat, sistem drainase pada lahan perlu diperhatikan, tanah yang basah disebabkan tertahannya air di dalam tanah menyebabkan akar tomat tidak dapat bernapas. Ini menyebabkan terjadinya pembusukan pada akar dilanjutkan dengan matinya tanaman.

2. Pembibitan Tomat

Kualitas bibit salah satu faktor yang paling menentukan jumlah produksi dalam budidaya tanaman. Bibit tomat yang tidak berkualitas biasanya akan memiliki hasil yang sedikit dan akan mudah terserang oleh hama dan penyakit. Proses pembibitan tomat diawali dengan penyemaian biji ke tempat penyemaian. Sebelum biji dilakukan penyemaian, biji terlebih dahulu direndam kedalam air hangat bersuhu 30 – 40 oC untuk membangunkan biji dari masa dormansi (masa istirahat) selama kurang lebih 15 menit. Agar biji tomat tidak terserang oleh hama penyakit seperti jamur, setelah direndam di dalam air hangat, biji dicelupkan ke dalam larutan fungisida yang telah dicampur air. Selanjutnya barulah biji siap untuk disemaikan dengan cara meyebarkan biji secara merata ke tempat penyemaian. Biji tomat yang telah disebarkan kemudian ditutup dengan tanah (jangan terlalu tebal). Perlu diperhatikan, selama proses penyemaian, tanaman tidak boleh terkena oleh sinar matahari langsung dan air hujan.
Setelah biji tomat berkecamah dan berumur 1 bulan, dilakukan pemilihan tanaman yang memiliki kualitas bagus untuk dipindahkan dari tempat penyemaian ke tempat penyapihan selama kurang lebih 3 minggu. Di tempat penyapihan bibit yang telah diseleksi ditanam dengan jarak 5 cm antar tanaman. Penyapihan bertujuan agar bibit dapat beradaptasi dengan lingkungan baru sebelum dipindahkan ke lahan.

3. Penanaman Tomat

Proses penanaman ke lahan dalam budidaya tomat diawali dengan pencabutan bibit tomat dari tempat penyapihan. Sebelum dicabut, bibit harus disiram dengan air agar bibit tomat lebih mudah dicabut dari tanah dan untuk menghindari terjadinya kerusakan pada akar tanaman. Bibit yang telah dicabut harus segera ditanam agar tidak layu dan untuk merangsang pertumbuhannya tanaman dilakukan penyiraman pertama kali dengan menggunakan air yang telah dicampur pupuk.
Bibit yang telah ditanam di lahan, diberi tiang penyangga agar tanaman tomat tidak patah atau rebah ketika ditiup angin serta memudahkan pemeliharaan tomat. Selain itu, pemberian tiang penyangga akan membuat tomat cepat berbuah dan buah yang dihasilkan pun akan lebih padat dan besar.

4. Pemeliharan Tomat

Pemeliharaan perlu dilakukan dalam budidaya tanaman tomat untuk menghasilkan buah yang lebat dan besar. Adapun pemeliharaan tomat meliputi:

-    Penyiraman

Penyiraman dilakukan dilakukan pada musim panas agar tanaman tomat tidak kekeringan. Pada saat penyiraman jangan sampai mengenai daun dan buah, karena akan menyebabkan tanaman tomat terserang hama dan penyakit.

-    Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati dan terkena penyakit dengan bibit yang baru.

-    Pemangkasan

Terdapat dua jenis pemangkasan yang dilakukan pada tanaman tomat. Pertama, pemangkasan tunas muda yang dilakukan dengan cara membuang tunas-tunas muda pada tanaman tomat. Pemangkasan tunas muda bertujuan agar buah tomat yang dihasilkan besar-besar dan cepat matang. Kedua adalah pemangkasan pucuk pada batang utama yang bertujuan untuk membentuk tanaman.

-    Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan saat tanaman sudah berumur kurang lebih satu bulan.

-    Pemupukan

Pemupukan dilakukan agar tanaman tomat berbuat lebat dan tumbuh subur. Pada saat tomat pertama kali berbuah dilakukan pemberian pupuk N sebanyak 20 – 30 kg/ha. Pupuk pertama diberikan pada sekeliling tanaman dengan kedalaman 2 cm dan jarak 10 cm dari pangkal batang. Untuk pemupukan kedua dilakukan dengan cara yang sama tetapi dengan kedalaman 10 cm. Pemupukan memegang peranan penting dalam budidaya tomat.

0
Ditulis oleh: Fajri Ilham Pertanian Updated at : 4:26:00 PM

Thursday, November 27, 2014

Pengenalan Budidaya Tanaman

Pengertian Budidaya Tanaman

Budidaya tanaman adalah suatu usaha terstuktur dan terencana dalam pengembangan dan pemeliharaan tanaman agar memberikan hasil dan manfaat sesuai dengan yang diinginkan. Suatu kegiatan  pengembangan dan pemeliharaan tanaman dapat dikatakan sebagai budidaya apabila kegiatan tersebut pada suatu lahan yang sengaja diolah untuk memperoleh suatu hasil optimal serta maksimal dan kegiatan ini dilakukan secara menetap (tidak berpindah-pindah). Secara garis besar, kegiatan budidaya tanaman meliputi pembibitan, persiapan lahan, pemupukan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya, panen, dan penanganan pasca panen.

Bibit padi, budidaya, padi
Bibit Padi



Ditulis oleh: Fajri Ilham Pertanian Updated at : 1:40:00 PM

Monday, November 24, 2014

Energi Terbarukan

Apa Itu Energi Terbarukan?

Energi terbarukan atau renewable energy  adalah energi yang berasal dari sumber daya alam yang memiliki sifat berkelanjutan dan waktu perbaharuannya relatif singkat. Sumber energi ini dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti energi yang berasal dari fosil. Energi yang berasal dari fosil seperti minyak bumi dan batu baru tidak dapat dikategorikan sebagai energi terbarukan karena memiliki waktu pembentukan yang relatif lama. 

Sumber Energi Terbarukan

Sumber energi terbarukan berasal dari alam seperti sinar matahari, panas bumi, angin, air, dan biomassa.

Energi surya (Sinar Matahari)

Energi surya merupakan energi terbarukan yang berasal dari energi yang dikumpulkan dari sinar matahari. Energi alternatif ini dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai sumber energi untuk pemanas dan pengeringan atau dimanfaatkan sebagai sumber listrik. Untuk menghasilkan listrik dari sinar matahari dapat dilakukan dengan menggunakan sel photovoltaic atau sel surya yang berfungsi untuk mengkonversi sinar matahari menjadi energi listrik. 

sel surya, photovoltaic
sel surya

Metode lain yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi listrik dari energi terbarukan sinar matahari adalah dengan cara pemusatan energi surya menggunakan lensa atau cermin sehingga tercipta sumber energi panas yang digunakan untuk menggerakkan generator listrik, metode ini dikenal dengan sistem pemusatan energi surya atau concentrated solar power (CSP). 

Energi panas bumi

Energi panas bumi atau geothermal energi terbarukan diperoleh melalui perbedaan panas yang berada di dalam inti bumi dengan panas permukaan bumi. Inti bumi memiliki temperatur yang lebih tinggi daripada temperatur permukaan bumi. Panas dari dalam bumi merupakan panas yang berasal dari peluruhanan radioaktif mineral yang terkandung di dalam perut bumi sedangkan panas dari permukaan bumi adalah panas yang disebabkan oleh matahari. Perbedaan panas inilah yang menyebabkan terjadinya perpindahan panas dari inti ke permukaan bumi. Perpindahan energi dari inti ke permukaan inilah yang dimanfaatkan sebagi sumber energi.

Tenaga Angin

Tenaga angin dimanfaatkan untuk meggerakkan turbin angin yang terpasang pada kincir. Prinsip kerja dari pemanfaatan tenaga angin adalah dengan mengubah putaran lambat yang disebabkan oleh angin menjadi putaran kencang. Turbin ini akan menghasilkan energi kinetik maupun membangkitkan tenaga listrik. Pemanfaatan tenaga angin telah digunakan oleh petani sejak zaman dulu untuk menggerakkan mesin penggilingan dan pengairan area pertanian. Terdapat dua jenis turbin angin berdasarkan jenis sumbunya:

1. Turbin angin sumbu horizontal
Turbin angin sumbu horizontal (TASH) adalah turbin angin yang memiliki poros rotor utama yang terpasang mendatar atau horizontal. Turbin angin sumbu horizontal dipasang di atas sebuah menara agar memperoleh kecepatan yang maksimal, karena hembusan angin yang berada di tempat tinggi tidak terhalang oleh benda lain seperti pohon dan bangunan.

2. Turbin Angin Sumbu Vertikal
Turbin angin sumbu vertikal (TASV) memiliki sumbu rotor utama yang disusun vertikal atau tegak lurus. Turbin angin sumbu vertikal memiliki kelebihan yaitu mampu mendayagunakan angin dari berbagai arah. Selain itu TASH juga tidak membutuhkan menara yang tinggi dalam menangkap angin.

Tenaga air

Tenaga air banyak dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin dan generator listrik. Bendungan pembangkit listrik merupakan salah satu cara pemanfaatan tenaga air untuk menghasilkan listrik. Pembangkit listrik tenaga air telah banyak banyak digunakan pada daerah terpencil yaitu dengan cara membangun mikrohidro. Mikrohidro adalah pembangkit listrik skala kecil yang dapat menghasilkan listrik hingga skala 100 kilowatt dengan cara memanfaatkan ketinggian terjunan dan jumlah debit air.

Bendungan, Pembangkit Listrik Tenaga Air, PLTA, bendungan saguling, rajamandala
Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air

Biomassa

Biomassa energi terbarukan yang diperoleh dari bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik tanaman, baik berupa produk maupun limbah dari produk tersebut seperti kayu, daun, batok kelapa, kotoran ternak, dan limbah pertanian lainnya. Biomassa menjadi sumber energi terbarukan jika laju pengambilan tidak melebihi laju produksinya, karena pada dasarnya biomassa merupakan bahan yang diproduksi oleh alam dalam waktu relatif singkat. Biomassa dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai sumber energi atau dapat juga digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi sumber energi seperti biodiesel, briket, hasil pirolisis dan bioetanol.
kayu bakar, biomassa, biomassa padat
Kayu Bakar Merupakan Jenis Biomassa yang Banyak Digunakan Masyarakat

Potensi Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Pengembangan sumber energi terbarukan sangat perlu untuk dilakukan dengan serius mengingat cadangan minyak dunia yang semakin menipis. Menurut British Petroleum (BP), salah satu perusahaan minyak dan gas yang terkemuka di dunia, cadangan minyak dunia akan habis dalam jangka waktu 53,3 tahun. Di Indonesia sendiri, menurut kementrian ESDM cadangan minyak Indonesia saat ini hanya 4.03 miliar barel dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan 20 tahun kedepan. Indonesia memiliki potensi alam yang melimpah yang memungkinkan untuk mengembangkan sumber energi terbarukan seperti energi geothermal, tenaga air, dan biomassa, energi terbarukan merupakan salah satu alternatif energi yang dapat digunakan untuk mengatasi krisis energi yang akan segera datang.

0
Ditulis oleh: Fajri Ilham Pertanian Updated at : 12:21:00 PM